Goa Pindul di Yogyakarta, Wisata Yang Menantang


Goa Pindul di Yogyakarta, Wisata Yang Menantang

Gunung Kidul, Yogyakarta, terkenal memiliki obyek wisata yang indah. Disamping pantai-pantai ada sebuah obyek wisata yang menantang yang harus dikunjungi. Adalah Goa Pindul yang berada di Desa Bejiharjo, Karangmojo, Gunung Kidul, Yogyakarta. Menyusuri sungai sepanjang 350m yang mengalir di bawah Goa Pindul adalah suatu pengalaman yang luar biasa.

Obyek wisata ini dapat kita tempuh dari pusat Kota Yogyakarta dalam waktu sekitar dua jam. Sayang, belum banyak papan petunjuk yang memberi arahan untuk kita ke Goa Pindul.

Jalan-Jalan ke di Goa Pindul di Yogyakarta

Cara lain yang lebih nyaman buat kita adalah memesan penunjuk jalan lebih dulu dari beberapa situs operator di internet. Kita dapat dijemput di titik yang disepakati bersama dan penunjuk jalan itu mengarahkan kita ke arah Goa Pindul.

Kita juga dapat mengandalkan peranti global positioning system (GPS). Kekurangannya, GPS memberikan jarak tempuh terpendek, tak peduli kondisi jalanannya. Jika kita mengandalkan petunjuk GPS, ada ruas jalan desa yang rusak dan tak beraspal, demikian dilansir kompas.com.

Untuk wisata menyusuri Goa Pindul, pengunjung dikenai Rp 35.000 per orang. Biaya itu untuk sewa ban besar yang sudah dimodifikasi menjadi rakit, pelampung, dan pemandu.

Jika kita mau mengabadikan perjalanan, biaya ditambah Rp 100.000 lagi. Bermain di sungai membuat kamera bisa rusak terciprat air. Nah, daripada kamera rusak kena air, serahkan saja dokumentasi kepada ”fotografer” yang akan mengabadikan foto kita sepanjang perjalanan. CD berupa kumpulan foto itu dia berikan setelah petualangan berakhir.

Ban truk

Perjalanan menyusuri sungai bawah tanah dan goa itu ditempuh dalam waktu 45 menit. Kendaraan yang digunakan bukan berupa rakit atau perahu karet, melainkan ban-ban truk besar yang dimodifikasi dengan cara menambah tali melintang di tengah juga di seputar ban. Dengan tali yang diletakkan melintang, ban itu dapat kita duduki dan digunakan seperti rakit.

”Sebenarnya goa ini sudah ada sejak dulu, tetapi belum dijadikan tempat wisata. Baru empat tahun terakhir ini, kami memiliki ide menggunakan ban besar untuk rakit,” kata Sigit, pemandu wisata.

Dari markas operator wisata di tepi jalan raya, peserta jelajah goa diajak berjalan kaki sekitar 5 menit untuk masuk ke jalan desa menuju sungai. Setibanya di tepi Sungai Oya, kita duduk di ban. Posisinya bukan seperti menggunakan ban ketika berenang, lho.

Wisata petualangan ini juga bisa dinikmati adik-adik kecil karena mereka dapat kita pangku. Setelah duduk rapi, peserta saling memegang tali yang ada di sisi ban. Ban-ban itu pun terbentuk menjadi rangkaian ”donat” panjang di sungai.

Pemandu wisata yang menggunakan baju selam lalu menarik rangkaian ban itu menuju mulut goa. Mulut goa ini sekitar 10 meter dan panjang sekitar 350 meter. Stalagmit dan stalagtit indah memenuhi goa ini.

Beberapa di antaranya masih aktif, artinya masih dapat bertumbuh menjadi lebih panjang. Semakin dalam kita masuk ke dalam goa, semakin gelap. Air sungai pun semakin dingin. Kedalaman sungai mencapai 15 meter di beberapa lokasi. Tetapi tak perlu khawatir, baju pelampung membuat kita tak tenggelam.

Sinar terang

Di tengah goa ternyata terang. Rupanya ada sinar yang masuk dari goa vertikal. Di atas goa vertikal itu ada rumah yang sedianya digunakan untuk menarik walet yang tinggal di dalam goa. Namun rupanya para walet lebih senang tinggal di goa ketimbang di rumah itu.

Selain walet, di goa ini hidup pula sekumpulan kelelawar. Mereka tidur dengan kepala di bawah dan air seninya membuat bekas aliran air berwarna kecoklatan di atap goa. Jadi, jika ada yang menetes dari atas goa, hati-hati, ya, bisa jadi itu air seni si kelelawar.

Di goa itu juga terdapat batu, yang menurut legenda setempat, jika dipegang dapat membuat para pria menjadi lebih perkasa. Lebih masuk ke dalam goa, ada pula batu di atap goa yang meneteskan air. Tetesan air ini dipercaya sebagian orang dapat membuat perempuan yang tertetes air ketika lewat di bawahnya menjadi lebih cantik.

Menjelang akhir petualangan, ada bagian goa yang lebar seperti kolam dan di tepinya ada batu-batu. Kita juga dapat melompat dari tepian batu itu ke sungai. Aman, kok, asal punya nyali. Dari kolam itu, kita bisa berenang ke luar goa dan mengakhiri petualangan. Jadi, jangan lupa membawa baju ganti dan peralatan mandi, ya.
Next
« Prev Post
Previous
This is the oldest page
Artikel Terkait:
Facebook
Breaking News close button
Back to top

0 comments

 
Copyright © 2014. Berita Aneh Dan unik - All Rights Reserved | Template - Maskolis
Proudly powered by Blogger